Pemanasan global yang sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir dampak dan akibatnya sudah mulai kita rasakan. Kita memang tidak bisa menyalahkan seutuhnya kepada alam, karena alam di ciptakan untuk di manfaatkan manuasi dan mahluk yang menempati alam semesta ini. Namun mungkin karena ulah atau sifat keserakahan yang ada pada diri atau individu masing-masing membuat sebagian individu merasa selalu kekurangan. Lihat saja berita tentang penebangan hutan secara liar, pengerukan pasir pantai yang di tujukan untuk kekayaan suatu instansi atau bahkan kekayaan pribadi.
Dampak yang sudah mulai kita rasakan adalah sebagian kecil dari dampak berikutnya yang akan datang, sebagai contoh kita masyarakat di kota Jakarta dan sekitarnya mulai dibingungkan oleh keadaan cuaca atau iklim yang sudah tidak bisa di prediksi, sebagai contoh yang harus nya pada saat bulan April sampai Oktober adalah dimana seharusnya terjadi musim kemarau, tapi kenyataannya sekarang cuaca sudah tidak mengikuti musimnya. Misalkan dari pagi hingga tengah hari matahari selalu bersinar, tapi jika sudah memasuki sekitar jam 1 siang kebawah, kemungkinan besar terjadinya hujan dengan intensitas sedang atau bahkan besar sangat mengkin terjadi.
Dampak lainnya dari pemanasan global adalah naiknya permukaan air laut, tentu saja masyarakat kota Jakarta dan sekitarnya seharusnya merasa was-was, karena kota Jakarta yang notabennya adalah Ibu Kota negara Indonesia di prediksi akan tenggelam, karena naiknya permukaan air laut. Sebagai contoh dahulu masjid AL-Alam atau masyarakat mungkin lebih mengenalnya dengan sebutan masjid si pitung, dahulu jaraknya masih beberapa meter bahkan mungkin kilo meter dari bibir pantai, tapi kenyataannya sekarang? CMIIW
Dampak dari naiknya permukaan air laut adalah, akan banyak nya wabah penyakit yang akan menjangkiti masyarakat Kota Jakarta, sebagai contoh masalah pencernaan mungkin dapat terganggu, karena permukaan air laut yang naik sudah pasti ikut merusak struktur air tanah di daerah Jakarta, yang sebagian masyarakat kurang mampu karena tidak dapat membeli air berbayar, mereka terpaksa mengkonsumsi air tanah yang sudah sangat tercemar, ditambah sekarang dicampur oleh air laut yang permukaannya naik.
Solusi yang mungkin dapat kita lakukan dimulai dari diri sendiri adalah, kita mulai menyadari arti penting nya keseimbangan alam ini dengan kita menjaga kebersihannya, saran kecil dari saya jika kita membawa makanan ringan untuk sekedar cemilan, tolonglah plastik pembungkus nya di buang pada tempatnya, jika disekitar kita tidak ada tempat untuk membuang sampah, tidak ada salahnya kita membawa dulu plastik bekas pembungkus tersebut, sampai kita menemukan tempat untuk membuang nya. Saran yang berikutnya dari saya kepada masyarakat kota jakarta adalah, aksi penanaman tumbuhan segera direalisasikan, jangan hanya mengadakan gerakan menanam tapi hanya sebuah gerakan yg berada di dunia maya (facebook, twitter, dll), segera laksanakan aksi yang ada di dalam forum-forum tersebut yang bersifat positif.
Memang kita tidak dapat mencegah, namun Insya Allah kita dapat mengurangi atau minimal memperlambat penuaan bumi tempat kita tinggal ini. :)
SAVE THE EARTH NOW.
Buku Tamu
About Me
- Himawan Pramono
- fb : Himawan pramono web : himawan.freejoomlas.com deviant : http://www.cikucipi.deviantart.com
Rabu, 20 Oktober 2010
Rabu, 13 Oktober 2010
Budaya Barat Merusak Akhlak Masyarakat Timur ?
Perkembangan zaman dalam sebuah era Globalisasi amatlah pesatnya membuat kita takjub dengan semua jenis penemuan baru dalam bidang. Penemuan baru yang lebih banyak didominasi oleh negara-negara di belahan bumi bagian Barat tersebut dapat kita saksikan melalui berbagai macam jenis media, diantaranya, layar Televisi, koran, Internet dll, yang sering kali membuat kita takjub sebagai orang Indonesia yang hanya bisa menikmati dan memakai penemuan orang-orang Barat tersebut.
Sebenarnya kita dapat mengambil nilai-nilai positif dari penemuan baru tersebut, namun sayang nya banyak diantara masyarakat kita yang salah menggunakan pembaruaan yang ada. Kebanyakan mereka justru melihat dan mencontoh hal-hal yang bersifat negative untuk hitungan bangasa atau Negara rumpun timur, yang sebetulnya jika di dalam budaya barat sendiri budaya itu sah-sah saja, tidak melanggar norma apa pun.
Kebiasaan masyarakat Barat yang telah membudaya dan menjangkiti tersebut dapat kita saksikan setiap hari melalui berbagai media, yang parahnya budaya orang-orang Barat tersebut yang sifatnya negatif dan dapat merusak serta melanggar norma-norma budaya ke-Timuran. Sehingga dapat dengan mudah ditiru oleh masyarakat kita terutama para remaja yang menginginkan kebebasan seperti masyarakat Barat. Budaya-budaya Barat tersebut dapat kita mulai dari pakaian dan mode, musik, film sampai pada pergaulan dengan lawan jenis.
Pakaian dan mode seperti model pakaian remaja wanita ‘U can See’ yang diaplikasikan oleh orang Barat dan ditiru oleh kaum remaja kita terutama oleh kaum perempuan yang merasa bangga dengan pakaiannya sehingga tidak menutup auratnya. Padahal dalam agama yang berlaku di Negara kita atau pun norma-norma social yang berlaku dalam masyarakat Indonesia, menggunakan pakaian yg membuka aurat adalah sebuah kesalahan, dulu ketika saya kecil saya jarang sekali melihat kakak-kakak angkatan di sekolah SMP/SMA yang menggunakan rok sekolah di atas lutu, karena merasa malu jika aurat nya terbuka, apalagi sampai terlihat lawan jenis, tapi banyak fakta yang menyebutkan kalau sekarang menggunakan pakaian minim adalah kewajiban bahkan samapai dilingkungan untuk menuntut ilmu.
Sebenarnya kita dapat mengambil nilai-nilai positif dari penemuan baru tersebut, namun sayang nya banyak diantara masyarakat kita yang salah menggunakan pembaruaan yang ada. Kebanyakan mereka justru melihat dan mencontoh hal-hal yang bersifat negative untuk hitungan bangasa atau Negara rumpun timur, yang sebetulnya jika di dalam budaya barat sendiri budaya itu sah-sah saja, tidak melanggar norma apa pun.
Kebiasaan masyarakat Barat yang telah membudaya dan menjangkiti tersebut dapat kita saksikan setiap hari melalui berbagai media, yang parahnya budaya orang-orang Barat tersebut yang sifatnya negatif dan dapat merusak serta melanggar norma-norma budaya ke-Timuran. Sehingga dapat dengan mudah ditiru oleh masyarakat kita terutama para remaja yang menginginkan kebebasan seperti masyarakat Barat. Budaya-budaya Barat tersebut dapat kita mulai dari pakaian dan mode, musik, film sampai pada pergaulan dengan lawan jenis.
Pakaian dan mode seperti model pakaian remaja wanita ‘U can See’ yang diaplikasikan oleh orang Barat dan ditiru oleh kaum remaja kita terutama oleh kaum perempuan yang merasa bangga dengan pakaiannya sehingga tidak menutup auratnya. Padahal dalam agama yang berlaku di Negara kita atau pun norma-norma social yang berlaku dalam masyarakat Indonesia, menggunakan pakaian yg membuka aurat adalah sebuah kesalahan, dulu ketika saya kecil saya jarang sekali melihat kakak-kakak angkatan di sekolah SMP/SMA yang menggunakan rok sekolah di atas lutu, karena merasa malu jika aurat nya terbuka, apalagi sampai terlihat lawan jenis, tapi banyak fakta yang menyebutkan kalau sekarang menggunakan pakaian minim adalah kewajiban bahkan samapai dilingkungan untuk menuntut ilmu.
Label:
ISD
Langganan:
Postingan (Atom)
